Novel writer on ; Juni 2012
The true story of a friend
No read permission before edited
UNTUK SAHABATKU...
Ketika kau patah semangat
Karena suatu kegagalan
Dan keputus asaan yang menjadi beban dalam dirimu
Merasa dirimu sunyi
Seakan tak ada harapan lagi dalam hidupmu
Terpuruk
Bahkan merasa sulit untuk melupakannya
Renungkanlah...
Bahwa kegagalan adalah kunci utama dan pertama menuju kesuksesan
Karena kegagalan kamu bisa berdiri di atas tahta
Karena kegagalan kamu bisa melewati badai yang besar
Karena kegagalan kamu bisa merubah segalanaya
Ingatlah wahai sahabatku
Tuhan itu tidak tidur
Dia selalu mendengar do'a kita
Dia tahu sekali isi hati kita
Dia punya rencana yang indah
Yang tidak kita ketahui
Pada akhirnya semuanya akan indah pada waktunya
Dan wahai sahabatku
kadang hal itu terbawa dalam kenangan abadi
Bahkan terbawa dalam mimpi
Sobat...
Hati seorang berbeda-beda
Ketulusan hati yang tidak menyrerah
Dan kesabaran yang kita miliki
Akan melampaukan segala hal
Dan sahabatku
Berjanjilah untuk itu..
Berjanjilah..
Impian kita masih kita kejar, Bukan
Kelak kita akan saling menyapa
di Hari-hari terakhir kita
Dalam kehangatan
Dan rambut sudah memutih
Dalam kebahagiaan dan Kedamaian.
Moh. Imam Subekti 18 September 2012 Pukul 00:32 WIB di Rumah Sederhana
didedikasikan untuk : Pembaca setia
MASA KECIL ITU TAK AKAN PERNAH AKU LUPAKAN
Hemm, tak terasa ya sudah seharian aku bermain dengan teman-teman ku di belakang rumah, di bawah pohon mangga. Tempat ini menjadi tempat favorit bermain di saat libur sekolah. Waduh, sebentar lagi maghrib ni, tapi aku tak ingin berhenti bermain meskipun sejak pagi bermain tapi rasanya tak ingin ku akhiri, dan ingin bermain terus. Habis enak sih seru, ramai dan menyenangkan. Okelah, aku harus pulang so'alnya nanti kalau aku enggak pulang bisa-bisa aku dihajar sama bapak, soalnya bapakku itu orangnya keras sobat. Setauku sih bapakku beda sama orangtua yang lainya sih, dikit-dikit main pukul. Ia lebih suka mendidik dengan cara fisik, tapi tetep kan intinya orang tua itu sayang, bapakku hanya tidak mau saya menjadi anak nakal seperti kakak-kakak saya hehehe. gimana dengan orang tua kalian dirumah, sayang gak sama kalian?
******
Door, Wieeh seger habis mandi, jadi tambah unyu-unyu begitu. cakakaka. Soalnya habis mandi, bentar lagi mengaji. Habis ngaji biasanya saya langsung belajar, tapi belajarnya di rumah bude sambil nonton tivi. Maklum di rumah belom punya tivi, belajar sama sepupu juga. Upss, kita belom kenalan..
Kenalin Nama ku Moh. Imam Subekti, teman-teman saya biasa memanggil im', imam, mam. Saya lahir pada tanggal 20 juni 1993. Saya berasal dari keluarga yang amat sederhana sobat, sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi guru Bhs. Inggris profesional lo gimana dengan kamu ? pasti cita-citanya lebih tinggi kan dari pada saya, saya punya cita-cita seperti ini supaya kelak bisa mencerdaskan anak-anak didik saya nanti pintar berbahasa inggris wah hebat ya..
Pendidikan saya di mulai dari kelas 1 SD, di SD Negeri Plumpang 3, sekolah terbaik kedua setelah SD N Plumpang 1 yang letaknya di Dsn. Tanggungan Kec. Plupang Kab. Tuban Jawa Timur. Ketika duduk di bangku SD saya belum banyak berprestasi karena mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD saya tidak pernah mendapat peringkat 1, saya selalu mendapat peringkat 3, kadang 4 dan bahkan pernah peringkat 6 saat duduk di kelas 4, karena waktu itu sekolahnya di renovasi dan kelas 4 A & B harus di campur jadi satu, jadi saingan lebih banyak, namun itu tidak saya perdulikan yang terpenting adalah saya naik kelas itu sudah alhamdulillah. Oia sobatmasa-masa kecil ku sangat amat bahagia sekali, aku memiliki banyak teman dan mereka baik-baik semua. Em, apa ya seandainya masa kecil itu ada selamnya aku ingin terus hidup dalam masa kecil saja, tapi itu gak mungkin juga kan, umur kita kan bertambah, bertambah besar juga kita. hehehe. Bercerita tentang masa kecil itu gak akan pernah ada habisnya, aku ingat betul kejadian-kejadian masa kecil yang amat indah dan indah. Bayangkan saja etika kita bermain, bergembira, tanpa sedikitpun beban bersama dengan sahabat-sahabat kita. Aku dulu terkenal dengan anak yang cengeng, setiap kali aku enggak bisa membaca di depan kelas aku selalu menangis, dan Bu darmi selalu menuntunku pelan-pelan supaya bisa membaca dengan lancar. Aku juga sering menangis kalau aku gak bisa pulang karena kerjaanku masih salah. Aduh ini masih kelas 1 kok, hehehe wajar kan. Soalnya aku enggak TK waktu itu. Kelas 2 aku masuk jam 10, waktu jam kosong aku sering bermain di belakang gedung sekolah, disana udaranya sangat sejuk sekali, sambil bermain petak umpet dan main bola. Tempatnya seperti kebun, tapi sekarang udah beda sobat, gak seperti dulu waktu aku masih kecil, sekarang pohon-pohonya sudah banyak yang di tebangin lo.
Dulu waktu aku masih kelas 2 aku gak ingin naik ke kelas 3 so'alnya katanya bugur kelas 3 itu jahat. Ternyata benar juga kata kakak kelas guru kelas 3 emang jahat. Di kelas 3 aku sering molor dan gak mau berangkat sekolah, pengenya tidur terus. Bayangin saja setiap pagi ibuku pasti bangunin aku dirumah bude dan menyeretku kalu gak mau bangun. Waduh, ampun mom. hehehe Okelah aku nyerah aku berangkat sekolah, waktu itu aku benci sekali dengan pelajaran matematika. Aku pernah dapat jeweran sama bu wiwik waktu gak bisa ngerjakan pembagian. Nilai ulngan matematikaku selalu dapat 7 kebawah. Tapi aku gak boleh nyerah, akirnya aku minta di ajarin sama kakak sepupu namanya samini, oia kenalin dia adalah kakak yang rajin memberi hadiah sebuah gambar perahu dan diwarnai pakai crayon lho. Seru bukan belajar matematika sambil menggangambar, pokoknya aku setiap hari belajar deh. Dan ketika pembagian rapor caturwulan kedua aku mendapat peringkta 3, wah huebat bat bat. Tapi kok gak dikasih hadiah sama gurunya, pelit tu. heheheh, gak boleh lah ngomong begitu. Nah usai deh kini aku menginjak ke kelas 4 sd, waktu itu wali kelasnya pak mamat. Beliau sangat ceria sekali, selalu mendongengi murit-muritnya ketika jam pelajaran akan habis 15 menit sebelum pulang. Emm seingatu beliau pernah ercerita tentang 'DAMPO AWANG', terus ' DANAU TOBA' dan terakhir tentang emm apa ya aku lupa , oh iya tentang jaka tarub. Mangkanya waktu beliau pindah di SDN jatimulyo banyak anak-anak yang menangis, ingin agar tetap beliau mengajar disini. Tapi itu enggak mungkin kan. Oia, tau gak sobat siapa yang menggantikan beliau. Ya, istrinyalah yang menggantikan beliau mengajar di kelas 4. Bupurwaningrum namanya, sabar dan penyayang. Di kelas 4 suasanan kelas sangat ramai sobat, bayangkan saja Kelas A dan B di campur jadi jumlah siswanya ada 47 . Di ruangan ketika bu pur gak ada kami sering bermain sampai keringat bercucuran, apa cobak ya, gendong-gendongan dan saling menabarak siapa yang jatuh dia yang kalah. Tapi aku selalu menang kok, hahahah lucu ya. Pokoknya itu kami lakukan setiap hari deh.
*****
Kenalin juga selain sahabat terbaikku ya'itu prayetno, marta, mia, arif yang mereka adalah sahabt terbaik dan selalu menemaniku di saat sedih maupun senang , kita sering main digimon-digimonya lho ada yang jadi musuh dan ada yang jadi penyelamat bumi, aku sering kalah. Kita semua kompak lawanya dalah kelas B, dan temanku yang super konyol Priono namanya dia sering berdakwah dan setiap kali bermain perang-perangan dia sering di keroyok. Yang aku kenang darinya adalh dia bermimpi menjadi pidacil, hheheh wah tepo tangan cita-citanya mulia ya. Nah aku juga punya NENEK ku yang tercinta, beliau sering mendidikku dengan menekankan mengaji dan mengaji meskipun waktu kecilku aku selalu gagap membaca al-qur'an tapi beliaulah yang mengajarkan semua, do'a shlat, do'a makan tidur. Kalo aku lapar aku sering di buatin mie instan sehabis pulang ngaji. Oia sobat aku hampir lupa semasa kecilku aku jarang tinggal serumah sama ibu dan bapakku mereka sibuk kerja dan yang membuat aku bosen adalah mereka sering bertengkar entah apa yang di perdebatkan, ajadi neneklah syang setia menemaniku. Kalo aku libur begitu aku, aku membantu nenek berjualan bumbu di TEGALBORO , enak juga ya aku di suruh bawa'in kerendengnya dan sering dapat tebu dari warga setempat.Kalo' aku ketiduran di gardu dan istirahat karena capek biasanya beliau membangunkanku dan memberiku es, wieeh seger ya. Aku jadi anak rajin lho waktu itu, heheh selain bantu nenek berjualan bumbu-sayuran aku juga rajin belajar lho dirumah. Di sekolah aku selalu mencatat semua materi yang di tulis di papan, tapi di kelas 5 dan 6 aku tertekan dengan guru mapel Pend. Agama islam,beliau kejam kalau ada muridnya yang tidak shalat, pasti di ludahin, wah dan mungkin ini gak ada di sekolah kalian sobat. Pak Najib namanya dia adalah sosok guru killer yang di takutin oleh siswa kelas 5 A dan B, tapi ada enaknya. Apa cobak paling enak di dongengin cerita Nabi, dan Hari akhir wah-wah rasanya pengen ngaji setiap hari. Satu kata yang tidak bisa aku lupakan dari beliau adalah, beliau pernah bilang bahwa Nabi agung MUHAMMAD SAW berpesan terakhir pada sahabatnya abubakar as-shidiq "Shalat, shalat, shalat dan bebaskan budak-budakmu' itulah kenapa alasanya pak najib bercerita panjang lebar hingga semua murid-muridnya melotot. Kalo habis dapat cerita begitu anak-anak itu pada semangat ngajinya, pulang sekolah langsung ambil air wudlu dan mengaji. Heheheh guru hebat tu, sampai bisa membuat muritnya ter-opsesi berat. hehehe
*** Banyak sekali sih cerita masa-masa kecilku kalo seandainya aku tulis mungkin 100 ribu halaman pun tak ada habisnya bukan begitu sobat....
***
Masihkah mereka menyayangiku..
Tak terasa ya aku sekarang sudah duduk di kelas 6 >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kluarga sendiri tidak pernah memperhatikan saya, mereka sibuk bekerja, waktu itu ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga dan ayah menggarap ladang sewa yang di tanami tembakau, kakakku sering mabuk-mabukan jadi mbah lah yang selalu setia menemani saya. Jangankan mendapat perhatian dari bapak, dari ibu saja tidak pernah, gimana mau jadi anak bener. Mbah selalu mengajarkan etika dan mengaji kepada saya semenjak kecil, ia ingin agar saya tidak seperti kakak2 saya, ia ingin saya menjadi orang sukses kelak, tapi bagiku itu menjadi beban ketika aku sadar bahwa aku belum cukup umur untuk menerima didikan seperti itu. Akhirnya Mbah meninggal dunia ketika aku kelas 2 SMP. Sebenarnya semenjak kelas 6 aku sudah mulai belajar bekerja di salah satu warung terkenal di Plumpang, bahkan terkenal di Tuban. Aku membantu memasok sate kambing dengan gaji waktu itu 1000 rupiah dan membutuhkan waktu 1 jam, terus habi bantu2 kita semua dapat jatah makan, aku tidak sendiri banyak teman sekolah saya yang ikut memasok sate kambing, jadi saya tidak perlu malu atau bahkan takut. Ketika akan menjalankan UKM(Sekarang UN) kelas 6 Sd, sayang bapak saya sakit keras(maaf belom berani cerita) dan membutuhkan biaya besar untuk berobat, konsentrasi belajar saya menurun, saya tidak bisa fokus belajar dengan tenang di tambah jika kakak saya sedang mabuk-mabukan dan tiap malam berteriak-teriak, bikin malu keluarga dan mengganggu ketenangan tetangga. UKM pun berlangsung fikiran saya sebenarnya tidak di soal yang sudah di depan mata melainkan di rumah, terbayang kekacauan keluarga dan situasi yang tidak menentu. Di akhir pengumuman kelas 6 saya pasrah dan tentunya kebenaran menjadi hal yang seharusnya wajar untuk di perhatikan, saya di nyatakan lulus dengan nilai nem 29.90 5 mata pelajaran saat itu tertinggi di kec plumpang 38.85 aku terima saja hasil segitu, dan nilai terjelek ada di pelajaran matematika dengan nilai mati 5. Padahal hitung-menghitung saya selalu mendapat nilai 8. Masuk gak ya di smp negeri 1 plumpang (sekolah favorit). Putus saja ya ceritanya.
--------------
Ya, tahun 2006 saya masuk ke jenjang SMP, Saya di terima di SMP Negeri 1 Plumpang, dengan daftar miris berada di urutan 369(daftar nama siswa terakhir yang di terima) sebenarnya saya tidak di terima di SMP 1 Plumpang karena sebenarnya hanya menampung 368 siswa saja, sedang saya berada di urutan 369. Karena nilai UKM no urut 368 dan 369 sama ya'itu 29.90 jadi sekolah menetapkan menerima 369 siswa dan di umumkan tgl 9 juli 2006. Ketika saya melihat nama saya di terima, bukan menagis, tapi saya tahu harusnya hidup itu bagaimana menghargai waktu dan melawan kegetiran2 dan masalah hidup ini, saya tau keluargapun tidak bahagia bila saya di terima di SMP 1 Plumpang, mereka tak pernah memperhatikan itu, toh saat masuk SMP itupun saat daftar ulang saya pakai uang tabungan saya. Karena saya tau, bapak saya membutuhkan banyak uang untuk berobat jadi berbentrokan, dan tak mungkin saya harus minta uang pada ibu saya. Saat itu kakak saya sudah menikah, satunya bekerja, dan satunya lagi sudah sadar akan perbuatan perbuatan mabuknya, ya mungkin itu adalah salah satu rencana tuhan yang tak pernah kita tau. Aku mulai membuka peluang baru, saat masuk SMP saya mulai belajar tekun dan mengatur waktu meskipun saya sibuk dengan kerja, saya masuk di keas G, kelas terakhir setelah kelas unggulan H. Saya tidak pernah neko-neko saat usia saya 13 tahun, saya banyak meraih prestasi di di kelas 7 dan 8 mulai dari sealu meraih peringkat 2 dan bahkan turun peringkat 9, hehe. Terus pernah di ikutkan lomba menulis, meraih juara harapan 1, lomba Bhs. Inggris dan lain2, sayang saat pemilihan siswa yang masuk kategori 10 besar dan akan di pindahkan ke kelas A & B khusus untuk anak unggulan dan saat itu Menjelang pendataan di kelas G hari sabtu terakhir saya tidak masuk karena sakit, saya tidak terdaftar dalam 10 besar kelas 8 G, dan harus di gantikan oleh PURNOMO saat itu ia menduduki peringkat 5. Hari seninnya ketika di ummumkan siapa saja yang nantinya akan masuk kelas unggulan telah di pampang di papan pengumuman di lapangan basket, saya tetap masuk di kelas G, saya sebenarnya ingin memprotes tapi ya sudahlah mungkin saja ini jalan yang terbaik toh meskipun protes dapat apa, apa setelah saya di protes saya akan di pindahkan kekelas unggulan, tidak ada tempat bagi saya. Tujianya apa sih harus di keompokkan seperti itu, tujuanya hanya satu mereka di gembleng untuk membantu siswa yang belum pintar saat menghadapi UN kelas 9 nanti, mereka akan di kembalikan ke kela asal mereka seperti sedia kala, dan saat UN siswa tersebut tentunya memiliki bekal untuk agar nanti dapat membantu teman sekelas mereka. Satu kata-kata mutiara yang bisa kita ambil hikmahnya "Bila kita berkumpul dengan orang-orang hebat, kita akan menjadi hebat pula". Nah itulah terakhir kali cerita ketika Menjelang UN saya selalu di hadapkan dengan jadwal yang super padat, mulai pagi jam, sekolah, les pulang jam 3 sore, jam 4- jam sepuluh malam bekerja terus jam 11 belajar sampai2 ketiduran dan bangun jam 4 shalat terus persiapan es pagi, jam 6. Begitupun setiap hari, Saat terkhir Try-out. Waktu itu try-outnya di adakan sore hari jam 1 dan berakhir jam 2.30. Saya pulang dengan tubuh lelah, dan ngos-ngosan, rasa capek tidak ketara. Berita sedih datang ketika saya hampir nyampai rumah, "mam ibu kamu jatuh dari lantai 2, saat sedang bekerja, sekarang di bawa di UGD Tuban" saat tulah hari2 ku berubah, saya harus berhenti sekolah, target saya gagal yang tadinya ingin melanjutkan ke SMA 2 TUBAN, tidak bisa, hari 2 saya habiskan waktu untuk tidur di rumah sakit, saat saya di nyatakn lulus dari smp engan NEM terburuk 28.25 4 mata pelajaran. Berakhir lah sudah asa untuk sekolah ke jenjang sma, saat itu kondisi keluarga benar2 DROP, namun kalian tahu imam tidak seperti itu, larut dalam kesedihan dan meratapi ke pedihan hidup.
------------------------------------
2010, setahun setealah saya tidak sekolah. Saya berencana sekolah lagi di SMA negeri Plumpang, saya meminjam uang BOS saya untuk mendaftar masuk ke sma, saat itu usia saya 16 tahun. Dengan bantuan Pak Purhadi, guru smp yang sudah kenal sekali dengan saya dan beliau juga sering mampir di warung makan tempat saya bekerja, beliau membantu mendaftarkan saya di Sma Plumpang, karena kesuliatan mendaftar setelah saya libur setahun apalagi saat itu ijazah smp belum di ambil, karena waktu mau ambil ijazah saya ziarah ke wali 9 dan jadwal ke JAKARTA, saya ingat juga belum sempat ngucapin perpisahan pada teman teman smp, terutama buat 'Teman baikku Novan BJS' yang membantu saya mengerjakan matematika saat UN. Masa 2 sma saya telah menjadi pribadi yang berbeda, saya berubah total, saya tidak perlu takut dengan hidup, mendapat teman yang baik,mandiri, dan mengenal yang sesungguhnya arti ABG, bergurau dan belajar dengan teman sebaya, dan jauh dari kebisingan keluarga yang sedang kacau, karena saya memutuskan untuk tidak tinggal di rumah saya sendiri, melainkan tinggal di tempat bekerja. Selama saya duduk di bangku sma banyak perubahan dalam diri saya, hidup di luar tekanan, dan dorongan ortu. Tapi saya semangat belajar, inilah saat saya harus berubah dengan kecerdasan yang saya miliki, sejak kelas 10 saya membuktikan diri tampil sebagai anak yang cerdas terbukti dengan saya selalu rangking 1 selama di sma dan tak pernah tergantikan, meskipun di kelas 11 dan 12 saya masuk progam studi ipa, tentunya saingan semakin berat, tapi itu tidak membuat saya menyerah saya tetap menjadi terbaik di kelas. Di kelas 11 saya ambil bimbel di uar jam kerja dan sekolah, saya mengisi hari-hari saya di depan komputer, untuk mengejar sertifikat Progam komputer yang meliputi berbagai aplikasi, dan menjelang kelas 3 saya menggemgam sertifikat itu, lalu melanjutkan bimbel untuk mengambil sertifikat microsoft office. Di kelas 3 saya selalu bersikap masa bodoh dengan orang-orang yang benci dengan saya, saya belajar giat, dekat dan akrab dengan bapak ibu guru, terus psimis gitu, orang tua saya juga selalu bangga ketika ia harus di besarkan kepalanya saat nama ankanya di panggil sebagai siswa yang mendapat peringkat 1 di kelas, bapak saya benar2 telah berunbah mungkin karena dia sadar dengan diri saya dan jarang memperhatikan saya, dia berubah selalu mencukupi kebutuhan saya saat itu begitu juga ibuku yang sadar, dan sadar bahwa pendidikan itu penting setelah ia tau dan mengerti penjelasan guru komputer saya, yang selalu mendukung saya, ibu mendapat dongkrakan batin dari beliau, semenjak itu ibuku berubah dan masa bodah dengan kejamnya hidup kedua orang tuaku mengecam keras kepada saudaraku yang sudah seenaknya sendiri untuk meniru saya, beliau hidup bahagia dan mengambil ahlih prhatian kepada saya. Di kelas 3 ini saya mendapat banyak sekali tawaran, Bidik misi target utama nanti aku setelah lulus SMA perjuangan keras menembus Progam bidik misi tahun ini dan menerbangkan 6 siswa yang di daftarkan di universitas terkenal d jatim, Panjang sekali jalan yang harus saya tempuh untuk mendapat kepercayaan sekolah. Di bulan februari kita semua mengejar target untuk lolos UN, saya punya seorang sahabat namanya Sifak, anaknya cerdas, saya selalu minta bantuan pada dia saat saya tidak mengerti dan kurang jelas di pelajaran MTK di lain pihak saya juga mengajari apa yang dia belom bisa, sayang di try-out dia tak bisa di andalkan karena tidak belajar sering main PS, kita hanya lolos Try-out 4 dan hanya kita yang bisa lolos pertama kali semenjak try-out, banyak sekali perbedaan antara saya denganya kita juga sering bertengkar gara-gara saling menyalahkan, tapi pertengkaran itu bukan berarti kita musuh melainkan kita adalah berbeda tapi sehati(Ngerti). Meskipun try-out bukan menjadi penentu kelulusan paling tidak kita tahu seberapa kemampuan kita. Meskipun di antara kita banyak perbedaan kita tetep best friend forever, sayang ketika pengumuman UN dan dinyatakan lulus Sayalah yang menjdi terbaik di sma PLumpang dengan NEM 54.10, tertinggi di sma plumpang, dan Sifak hanya memperoleh nem 52.85 seharusnya yang pantas itu dia,karena aku tahu Sifak anaknya cerdas meskipun perjuangan belajar kita mati-matian. Saya banyak banyak brterimakasih pada sahabt2 yang setia menemani saya, seperti Surya, Hadi, Zimbabwe, Bayu, Lilik, Rianto, Abdur dan yang lainya tanpa mereka hidup ini tak berarti apa2, terimakasih telah menjadi sahabat yang baik. 26 juni pengumuman Bidik misi jalur undangan di umumkan online lewat internet, 1 pun dari sma kita gak ada yang lolos, meskpun ada anita yang menjadi wisudawan terbaik 2012 dan ada saya di Runer up karena memang nilai akhir saya kalah dengan dia, tapi dia IPA 1 aku IPA 2. Selanjutnya kita berlari2 untuk daftar jalur tulis SNMPT sebelum di tutup tanggal 2 juni, dan alhamdulilah Sampai saatnya pamit di sekolah dan ribut gara2 skl kita belom di legalisir dan harus menunggu Bpk kepsek, jam sudah sore, tapi beliau belom datang. Tiba di UNTAG surabaya bersaing melawan ribuan pendaftar SNMPTN, saya berangkat 5 orang namun lokasi kita menyebar, awalnya aku sempat kebingungan di surabaya karena tidak punya siapa2 di sana dan saat surfing lokasi saya di antar sama kakaknya abdur itupun sudah kemalaman, akhirnya perjuangan kita tidak sia2 setelah mencari kesana kemari penginapan untuk cowok akhirnya kita dapat, saya dan yoga di taruh di sektor untag(UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945) Semolowau surabaya, jadi ya untung lah dari pada harus sendiri seperti anggi dan abdur dan mereka di taruh di STIKOM dan UNAIR, saat masuk UNIVERSITASNYA saya kebingungan maklumlah belum tau bener kota surabaya apalagi universitasnya gedung bertingkat, wah jadi tambah bingunglagi mencari ruangan c2 fakultas ekonomi. Hari pertama Tes biang studi dasar dan Tes Potensi Akademik pda tgl 12 juni dan tes bidang studi Ipa tanggal 13 juni, pengumuman di terima tanggal 7 juli 2012, do'ain ya. Usai tes di UNTAG surabaya aku dan yoga(teman sebangku yang selalu dapat peringkat 3) meninggalkan lokasi kos di SEMOLOWARU dan jalan keterminal bratang untuk selanjutnya pulang ke tuban, sesekali saya harus update status untuk memberitakan kepada teman2 sekolah kondisi saya saat itu. Banyak sekali pengalaman di kelas 3 yang belom sempat saya ceritakan, do'ain saja ya semoga Imam mampu mengejar cita-cita saat dia mengisikan data untuk kuliah di UNESA dan mengambil prodi Kimia, sukses buat sahabat dekat saya. Maaf bila ada kesalahan aya selama menjadi teman di kelas 12, sebagai kenangan ini saya persembahkan buat sahabat saya. Dari mereka jutaan hal telah saya pelajari, Terutama pengalaman belajar ngerti sepakbola EURO dari mereka, dan sekarang saya sudah ngerti sepak-bola duni itu seperti apa. Suatu pembelajarn hidup yang akan terbentang kelak , Thank's brow.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar